Gunadarma Studensite V-class







Selamat Datang di

blog pribadi saya


Thank's To :


Allah SWT yang sudah melimpahkan Rahmatnya kepada saya sehingga saya bisa membuat blog ini,

Panutan bagi kita, Baginda BESAR kita, Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW, semoga kita semua selalu mendapatkan safa'at dari beliau,

Untuk orang tua saya yang sudah dengan ikhlas melahirkan saya dan merawat saya setiap hari, I Love U,

Buat Kakak - kakak saya yang juga sudah memberi saya uang setiap bulannya walaupun sedikit,,hehehe.

Untuk semua guru - guru saya yang sudah memberikan banyak ilmunya yang sangat berguna ini.

Buat semua teman - teman saya
"I LOVE YOU ALL.

Thank You !!!

**********************************

Apabila para pengunjung Blog ini dan temen - temen Mempunyai Kritik tentang blog ini,
tulis aja di buku tamu, atau jika tidak puas bisa langsung kirim via email ke
selalutertawa@gmail.com

Atau jika ingin lebih dekat dengan saya bisa add FB saya di.
willykristianto@yahoo.com

Jangan pernah bosen mengunjungi Web Blogs ini ya

karena setiap bulannya akan selalu ada HAL yang baru.

Do'akan saja saya selalu menemukan Hal yang Baru.


*********************************** http://www.willykristianto.blogspot.com ***********************************



Blogumulus by Roy Tanck and Amanda FazaniDistributed by CahayaBiru.com

Konsep Dasar Pemeliharaan Sistem

Jumat, 16 April 2010

Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan
penting dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis bisnis,
meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis mereka, pengambilan keputusan
manajerial, dan kerjasama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kopentitif
mereka dalam pasar yang cepat sekali berubah. Hal ini berlaku ketika teknologi informasi
digunakan untuk mendukung tim pengembangan produk, proses dukungan untuk
pelanggan, transaksi e-commerce, atau dalam aktivitas bisnis lainnya. Gambar berikut
memperlihatkan kerangka kerja konseptual yang berguna untuk mengatur pengetahuan
yang disajikan dan memberi garis besar tentang hal yang perlu diketahui mengenai sistem
informasi.



Kerangka kerja tersebut dipusatkan kedalam 5 area pengetahuan SI berikut ini.

1. Konsep konsep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial termasuk mengenai berbagai
komponen dan peran sistem informasi. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar
yang berasal dari teori sistem umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan
untuk mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.

2. Teknologi informasi
Konsep - konsep utama, pengembangan, dan berbagai isu manajemen teknologi informasi
yaitu meliputi hardware, software, jaringan, manajemen data, dan banyak teknologi
berbasis internet.

3. Aplikasi bisnis
Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan
kompetitif bisnis.

4. Proses pengembangan
Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dan
mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis.

5. Tantangan manajemen
Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkat
pemakai akhir, perusahaan, dan global dalam bisnis.

Sumber : http://viyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17587/1_KONSEP-DASAR_SIB.pdf

Implementasi Sistem Informasi Pada Dinas Sosial Provinsi Lampung

Sabtu, 13 Maret 2010

Gambaran Umum

Dinas Sosial Provinsi Lampung merupakan salah satu perangkat daerah yang berada di Propinsi Lampung, sesuai dengan Perda Nomor 11 Tahun 2007 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Lampung. Dinas Sosial Provinsi mempunyai Tugas dan Fungsi sebagaimana tercantum dalam Keputusan Gubernur Lampung Nomor 17 Tahun 2008, yaitu:

�Melaksanakan urusan pemerintahan provinsi di bidang sosial berdasarkan asas otonomi yang menjadi kewenangan, tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang diberikan pemerintah kepada Gubernur serta tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan perarturan perundang-undangan yang berlaku.

Dinas Sosial terdiri dari:

1. Kepala Dinas
2. Sekretaris Dinas
3. Kabid Bina Program
4. Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial
5. Kepala Bidang Bantuan Sosial
6. Kepala Bidang Pengambangan dan Pemberdayaan Sosial
7. 3 UPTD ( PSPLU, PSBAAR, PSPRPCN )
8. Staff

Dinas Sosial mempunyai pegawai sebanyak 219 orang, yang terdiri dari:

1.
* 30 Pejabat Struktural
* 19 Pejabat Fungsional
* Non Struktural Umum 170 orang

Aktivitas kegiatan Dinas Sosila Propinsi Lampung meliputi :

1. Aktivitas/Kegiatan Fisik
2. Aktivitas//Kegiatan Non Fisik

Ad. 1, Aktivitas Fisik.

Aktivitas yang hasil kegiatannya ada bentuk fisiknya

Misal: pengadaan jenis Peralatan

Ad.2. Aktivitas Non Fisik.

Aktivitas dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan, wawasan dan pengalaman sasaran kegiatan sehingga sasaran tersebut dapat mengetahui, mengerti , memahami dan termotivasi serta dapat diterapkan bagi dirinya atau bagi orang lain yang menjadi binaannya.

Sasaran Kegiatan/aktivitas Dinas Sosial Propinsi Lampung:

1. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
2. Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Ad.1. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

Adalah Keluarga / individu yang dalam kehidupannya mengalami tantangan orang tersebut tidak dapat hidup layak seperti orang lannya sebagai machluk Sosial, misal: Orang terlantar, arang cacat, orang jumpo, ex narapidana , Narkoba dan lain-lainnya.

Ad. 2. Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Adalah orang-orang yang memiliki potensi dan diberdayakan untuk membanti Dinas Sosial dalam menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial .

Misalnya: Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, Orsos dan lain-lain.

Saya bekerja pada Dinas Sosial Provinsi Lampung, baru lima bulan terhitung mulai tanggal 4 April 2008, yang diperbantukan pada Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial. Sebelumnya saya bekerja di Kota Metro terakhir pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Metro sebagai Kabid Penelitian dan Pengembangan Pembangunan.

Implementasi

Berdasarkan pengamatan saya selama bekerja pada Dinas Sosial Provinsi Lampung, dalam melaksanakan tugas dan fungsi sehari-hari, telah mempergunakan sarana teknologi informasi berupa komputer , fasilitas internet, Faximil, LCD dan Overhead Proyektor.

Aktivitas dari pada Dinas Sosial semua telah mempergunakan Komputer dan Internet terutama dalam menghimpung data, pengolahan data , Informasi dan penyelenggaraan

administrasi .

Teknologi tersebut sangat bermanfaat baik bagi Pimpinan maupun bagi staf sebab dapat mempercepat aktivitas-aktivitas yang dilakukan dan yang dibutuhkan.

Adapun Keuntungan dalam mempergunakan Teknologi Informasi:

1. Mendukung pimpinan dalam pengambilan keputusan.
2. Mempercepat proses dalam pelaksanaan kegiatan.
3. Mempermudah komunikasi antar atasan dengan bawahan dan dengan organisasi lainnya.
4. Efektif dan Efisien .
5. Merubah Cara Kerja
6. Datanya Akurat.
7. Nyaman dalam penyimpanan data.
8. Mudah dalam memproleh data dalam rangka pelayanan
9. Secara flexibel menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Fasilitas-fasilitas tersebut pada Dinas Sosial masih sangat terbatas keberadaannya. Komputer baru memiliki 12 unit yang banyak digunakan untuk aktivitas sehari-hari kantor, sedangkan untuk internet menggunakan satu jaringan dengan sistem kabel Lan dan terbatas pada sebagian unit komputer saja dan belum dapat digunakan bagi para pengguna laptop karena tidak adanya jaringan Wi-fi/ Hot Spot Area serta pada dinas juga .belum memiliki jaringan On line antar bidang sehingga data dari masing-masing bidang masih berada pada masing-masing bidangnya, hal ini disebabkan keterbatasan pengalokasian dana yang tersedia

Penggunaan Teknologi Informasi ini pada Dinas Sosial Belum optimal karena:

1) Sumber daya pengelolaan jaringan internet pada Dinas Sosial Propinsi Lampung hanya memiliki satu orang.

2) Jaringan Internet mempergunakan jaringan kabel LAN belum bisa dimanfaatkan oleh seluruh jenis unit komputer.

3) Belum tersedianya jaringan on line antar Komputer yang menghubungkan antar bidang di Dinas Sosial sehingga apabila bidang-bidang lain diluar bidang pengelola akan membutuhkan data tidak dapat dengan langsung diperoleh melalui jaringan, melainkan harus menghubungi bidang yang bersangkutan.

4) Pengelola Komputer maupun Internet tidak berada ditempat ( server/ pengelola) atau berhalangan akan menunda pekerjaan, sedangkan pada saat itu sistem sangat dibutuhkan/ dalam keadaan mendesak maka solusinya menggunakan sarana teknologi informasi diluar kantor (Rental).

5) Masih terbatasnya pengalokasian dana dan sarana yang dimiliki.

Kesimpulan

Dinas Sosial Propinsi Lampung merupakan salah satu perangkat daerah propinsi lampung yang dimuat dalam Perda Propinsi Lampung Nomor 11 Tahun 2007 yang mempunyai tugas dn fungsi dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 17 tahun 2008 �Melaksanakan urusan pemerintahan provinsi di bidang sosial berdasarkan asas otonomi yang menjadi kewenangan, tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang diberikan pemerintah kepada Gubernur serta tugas lain sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan perarturan perundang-undangan yang berlaku.�

Dinas Sosial dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut di atas yang dituangkan dalam kegiatan sehari-hari telah menggunakan Teknolgi Informasi berupa :Komputer, Internet,LCD, Faximil Overhead Proyektor, namun belum optimal.

hal ini disebabkan:

1) Sumber daya pengelolaan jaringan internet pada Dinas Sosial Propinsi Lampung hanya memiliki satu orang.

2) Jaringan Internet mempergunakan jaringan kabel LAN belum bisa dimanfaatkan oleh seluruh jenis unit komputer.

3) Belum tersedianya jaringan on line antar Komputer yang menghubungkan antar bidang di Dinas Sosial sehingga apabila bidang-bidang lain diluar bidang pengelola akan membutuhkan data tidak dapat dengan langsung diperoleh melalui jaringan, melainkan harus menghubungi bidang yang bersangkutan.

4) Pengelola Komputer maupun Internet tidak berada ditempat ( server/ pengelola) atau berhalangan akan menunda pekerjaan, sedangkan pada saat itu sistem sangat dibutuhkan/ dalam keadaan mendesak maka solusinya menggunakan sarana teknologi informasi diluar kantor (Rental).

5) Masih terbatasnya pengalokasian dana dan sarana yang dimiliki.

Adapun Keuntungan dalam mempergunakan Teknologi Informasi:

1) Mendukung pimpinan dalam pengambilan keputusan.

2) Mempercepat proses dalam pelaksanaan kegiatan.

3) Mempermudah komunikasi antar atasan dengan bawahan dan dengan organisasi lainnya.

4) Efektif dan Efisien .

5) Merubah Cara Kerja

6) Datanya Akurat.

7) Nyaman dalam penyimpanan data.

8) Mudah dalam memproleh data dalam rangka pelayanan

9) Secara flexibel menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Tahapan Pengembangan Sistem Informasi

Kamis, 25 Februari 2010

a. Tahap Kelayakan

Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:

· Aspek Kelayakan Teknis

Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”

· Aspek Kelayakan Ekonomi

Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.

· Aspek Kelayakan Organisasi

Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah

jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”

b. Tahap Investigasi Awal

Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:

-Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan

-Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan

-Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai

-Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya

-Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta

Sumber : http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10487/title_tahapan-pengembangan-sistem-informasi/

Prinsip Pengembangan Sistem Informasi

Selasa, 23 Februari 2010

Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:
1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:
Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
Bila alternatif yang ada diabaikan dan sudah terlanjur menanamkan dana ke suatu proyek investasi tertentu, maka investor akan kehilangan kesempatan untuk menanamkan dananya ke investasi yang lain. Ekonom menyebut hal ini dengan istilah biaya kesempatan (opportunity cost). Misalnya Anda mempunyai dana sebesar Rp X,- dan bila di investasikan ke proyek A akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp A,-, maka Rp A,- ini yang disebut dengan opportunity cost. Bila Anda tidak menginvestasikan dana Anda sebesar Rp X.- tersebut ke proyek A, tetapi ke proyek B, maka proyek B harus memberikan hasil lebih besar dari opportunity costyang hilang akibat tidak diinvestasikan ke proyek A. oleh karena itu dari beberapa alternatip investasi yang ada harus di investigasi untuk menentukan alternatip yang terbaik atau yang paling menguntungkan.
Investasi yang terbaik harus bernilai.
Belum tentu alternatip terbaik merupakan investasi yang menguntungkan. Investasi terbaik ini memang menguntungkan dibandingkan dengan alternatip yang lainnnya, tetapi untuk investasi terbaik ini sendiri harus juga diukur. Investasi ini baru dikatakan menguntungkan bila bernilai yang artinya manfaat (benefit) atau hasil baliknya lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis atau cost-effectiveness analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tersebut bernilai atau tidak.

3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Terdidik disini bukan berarti harus secara formal duduk di perguruan tinggi, tetapi dapat dilakukan secara latihan kerja (on the job training). Analis sistem harus mempunyai pendidikan terhadap masalah yang dihadapinya. Tidaklah mungkin seorang analis sistem akan mengembangkan suatu sistem informasi bisnis tanpa mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang bisnis atau akan mengembangkan sistem informasi akuntansi tanpa mengetahui pengetahuan sedikitpun tentang akuntansi dan teknologi komputer. Bagaimana mungkin nantinya analis sistem ini akan berkomunikasi dengan manajemen dan programmer yang akan membuat programnya. Demikian juga dengan pemakai sistem harus merupakan orang yang terdidik tentang sistem ini dan dapat dilakukan dengan memberikan on-the-job training kepada mereka tentang cara menggunakan sistem yang diterapkan.
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan. Siklus atau Daur Hidup Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas kerja yang harus dilakukan. Beberapa methodology pengembangan sistem juga menyediakan lebih terinci konsep kerja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan hardware.
6. Jangan takut membatalkan proyek.
Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia. Ekonom menyebut dana yang sudah terserap ini dengan istilah sunk cost dansunk cost ini tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini sudahtidak dapat ditarik kembali. Jika proyek yang tidak layak masih terus dilanjutkan lagi, maka dana berikutnya yang terserap akan sia-sia.
7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.

Sumber : http://community.gunadarma.ac.id/user/blogs/view/name_arqie_putra/id_10450/title_2-prinsip-pengembangan-sistem-informasi/
ref

Kebutuhan Akan Informasi

Kamis, 18 Februari 2010

Persaingan di bidang bisnis pada masa sekarang meningkatkan kebutuhan manajemen akan informasi. Manajemen membutuhkan informasi yang akurat dan cepat yang disajikan dalam bentuk yang informatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi yang dibutuhkan berasal dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Penguasaan terhadap informasi yang berasal dari kedua lingkungan tersebut sangat penting dalam menentukan strategi yang tepat dalam persaingan bisnis yang sedang terjadi.

Informasi yang berasal dari lingkungan internal didapat dengan melakukan pemrosesan terhadap dokumen-dokumen yang digunakan sebagai pencatatan dan bukti transaksi yang terjadi. Menurut Chuck Williams dalam bukunya yang berjudul Manajemen, informasi akan bermanfaat jika akurat, lengkap, relevan, dan tepat waktu. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari informasi yang berasal dari lingkungan internal dibutuhkan suatu mekanisme pemrosesan yang memenuhi komponen tersebut. Solusi yang tepat untuk masalah ini adalah dengan menggunakan sistem informasi yang tepat.

Selain untuk kebutuhan manajemen, sistem informasi yang tepat dibutuhkan juga untuk memperlancar proses bisnis yang ada di dalam perusahaan. Sistem informasi yang terpusat dan digunakan oleh setiap bagian yang ada di perusahaan akan mempercepat pertukaran informasi yang akurat dari dan ke setiap bagian. Dengan demikian, proses bisnis yang terjadi di dalam perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Melihat permasalahan dan solusi yang dijelaskan di atas, pperusahaan membutuhkan sistem informasi yang dapat melakukan proses data menjadi informasi yang akurat, lengkap, relevan, dan tetap waktu.

Sumber : http://amn.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=26:kebutuhan-sistem-informasi-dalam-mengelola-perusahaan&catid=6:events&Itemid=23

 
FaceBlog © Copyright 2009 blog willy | Blogger XML Coded And Designed by Edo Pranata